Cara Analisis STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) beserta Contohnya

STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok (segmentasi) kemudian targeting dan positioning.
Fauzan Suryo Wibowo

STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) adalah proses yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dengan membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil (segmentasi), menentukan kelompok pasar yang akan ditargetkan (targeting), dan mengembangkan pesan pemasaran yang sesuai untuk kelompok pasar tersebut (positioning). 


Pada intinya, STP Marketing membantu Anda menargetkan pesan pemasaran dengan lebih baik dan melayani basis pelanggan Anda dengan lebih baik. Model ini juga dapat mengetahui niche market, mengetahui peluang target konsumen atau market baru, yang pada akhirnya membuat upaya marketing Anda lebih efisien dan hemat biaya.

Mari kita bahas lebih detail tentang STP Marketing ini:

  • Segmentation

Segmentasi mengacu pada proses membagi target audiens Anda menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan karakteristik tertentu. Proses ini memungkinkan Anda untuk mengelompokkan masing-masing anggota audiens ke dalam grup serupa sehingga Anda dapat mengomunikasikan produk, fitur, dan manfaat yang mungkin paling relevan bagi mereka dengan lebih baik.

Segment Customer
Anda dapat mengelompokkan target audiens berdasarkan satu atau beberapa kriteria berikut:

  • Demografi (Demographics), yang biasanya menjawab pertanyaan tentang siapa pembeli Anda (mis. usia, jenis kelamin, pendidikan, lokasi, penghasilan/pendapatan, agama, pendidikan/profesi, dan lain-lain)
  • Psikografis (Psychographics), yang menjawab pertanyaan mengapa pembeli Anda membeli (mis. prioritas, sifat kepribadian, serta keyakinan dan nilai)
  • Perilaku (Behavior), seperti brand loyalty, channel preference, dan kebiasaan berbelanja lainnya

Sebagai contoh, dari keseluruhan market, kita kelompokkan menjadi 3 bagian grup costumer segment berdasarkan demografi penghasilan pekerjaannya:

Grup A: Orang dengan penghasilan di atas 10 juta/bulan
Grup B: Orang dengan penghasilan antara 5-10 juta/bulan
Grup C: Orang dengan penghasilan di bawah 5 juta/bulan

  • Targeting

Dengan segmen audiens yang telah Anda kelompokkan, kemudian saatnya beralih ke fase targeting. Namun, pertama-tama, Anda harus memutuskan segmen mana yang layak untuk ditargetkan dengan pemasaran Anda. 

Pilih Target Segment Customer

Ada beberapa poin yang mungkin dapat membantu Anda menentukan satu dari bagian grup segmen:

  • Pilih target yang memiliki value terbesar (potential profit)
  • Pilih target di mana sebuah perusahaan dapat melayani dengan cara yang berbeda (Apakah kamu yang terbaik? Siapa kompetitormu?)
  • Pilih target yang membuatmu melayani dengan sepenuh hati.

Dibutuhkan banyak usaha untuk berhasil menargetkan segmen audiens Anda. Jika Anda telah mengidentifikasi dua atau lebih segmen, jangan merasa mencoba untuk menargetkan lebih dari satu segmen sekaligus. Terlebih, targeting satu per satu akan membantu Anda memposisikan marketing dengan lebih baik untuk setiap segmen tertentu.

  • Positioning

Pada titik ini, Anda harus memahami demografi, psikografis, perilaku, dan pain gain dari segmen yang telah Anda pilih untuk ditargetkan, yang dapat memberikan tempat untuk memulai dalam memposisikan produk atau layanan Anda terhadap kompetitor Anda.

Pertama, periksa produk atau layanan Anda melalui perspektif segmen audiens pilihan Anda. Jika Anda berada di posisi mereka, mengapa audiens Anda memilih produk Anda daripada produk kompetitor? Fitur atau manfaat apa yang paling relevan bagi audiens Anda, berdasarkan motivasi dan kesulitan yang telah Anda identifikasi?

Informasi ini penting untuk menentukan pemosisian brand Anda dan memahami bagaimana posisinya dibanding kompetitor Anda. Salah satu cara untuk memahami posisi Anda adalah dengan membangun perceptual mapping, yang merupakan "perencanaan visual brand tertentu terhadap sumbu, di mana setiap sumbu mewakili value yang diketahui mendorong pemilihan suatu brand".

Contohnya seperti Perceptual Mapping Marketplace di Indonesia:


Summary

Model strategi STP adalah tambahan yang tak ternilai untuk strategi marketing apa pun, terlepas dari industri, produk, atau audiens Anda. Cara ini memprioritaskan marketing yang efisien dan efektif dan memastikan Anda hanya menyampaikan pesan yang paling relevan dan ditargetkan di seluruh audiens Anda.Ini juga memainkan peran penting dalam mengembangkan strategi lain, seperti buyer persona Anda, customer lifecycle stages, dan core brand proposition.

Dengan memimpin pendekatan yang berpusat pada konsumen seperti STP, Anda dapat yakin bahwa setiap langkah pada marketing Anda menjadi relevan dengan audiens Anda — dengan demikian, dapat meningkatkan kemungkinan mereka berkonversi, membeli, dan menjadi pelanggan terus menerus.

Kesalahan pertama seorang digital marketer adalah menganggap semua orang adalah target market kita

— Anonym

Komentar