Introduction to Competitor Analysis

Competitor Analysis adalah sebuah strategi untuk menganalisa kompetitor kita. Dengan primary secondary research ke direct, indirect, atau replacement.
Fauzan Suryo Wibowo

Persaingan sangat penting untuk pertumbuhan bisnis Anda, tetapi hanya ketika sebuah bisnis dengan benar mengevaluasi para kompetitornya  Dalam ilmu marketing, menganalisis persaingan itu sehat dan dapat membantu menginspirasi Anda untuk belajar dan menyesuaikan bisnis agar lebih memenuhi kebutuhan para konsumen.


competitor analysis, analisis kompetitor

Salah satu cara melakukannya adalah dengan memahami persaingan langsung (direct) dan tidak langsung (indirect) dan bagaimana masing-masing dapat memengaruhi bisnis Anda. Setelah Anda mengetahui perbedaannya, Anda dapat menentukan cara terbaik untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kompetitor Anda — baik secara langsung maupun tidak langsung.

Apa itu Competitor Analysis?

Competitor Analysis adalah sebuah strategi untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, dan membandingkan apa yang dilakukan kompetitor kita untuk mendapatkan wawasan tentang produk, penjualan, dan taktik pemasaran mereka. Contoh sederhana, kita bisa melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat) pada kompetitor kita.

Mengapa kita perlu Competitor Analysis?

Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan kompetitor, juga sebagai sarana untuk memberikan produkmu lebih kreatif. Apabila produkmu merupakan produk baru, Competitor Analysis dapat digunakan untuk memahami lebih jauh terkait apa yang bisa kamu berikan lebih kepada target konsumen, dibandingkan dengan kompetitormu yang sudah ada.

Tipe Competitor Analysis

Umumnya, Competitor Analysis dibagi menjadi 2 cara utama,yaitu Primary Research dan Secondary Research.
primary secondary research


Primary Research 

Tentunya dilakukan dengan berbicara dengan user asli bisnis Anda. Cara melakukannya bisa dengan melakukan survey, interview, ataupun FGD (Focus Group Discussion). Primary Research memiliki hasil yang akurat, up to date, serta sesuai dengan kondisi sasaran pasar Anda. Di samping itu, Primary Research juga membutuhkan biaya yang besar, komitmen waktu yang besar, juga umumnya tidak bisa dilakukan secara mandiri (tergantung dengan seberapa kompleksivitas target penelitiannya)

Secondary Research 

Bisa dilakukan dengan analisa melalui internet, jurnal, survey yang telah dilakukan lembaga lain, dan lain sebagainya. Umumnya, metode Secondary Research lebih mudah dan cepat dilakukan karena menggunakan informasi yang sudah tersebar melalui beberapa lembaga lain, biaya yang dikeluarkan lebih murah hingga gratis. Namun, Secondary Research memiliki data yang bisa jadi terlalu umum sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan pemasar, bisa juga data sudah lama sehingga tidak lagi relevan, serta pemasar perlu melakukan cross check lagi terhadap validitas hasil penelitian tersebut.

Siapa saja kompetitor mu?

Sebelum memulai Competitor Analysis, perlu terlebih dahulu untuk mengetahui siapa saja yang perlu kita selidiki dan analisis, dan mengapa kita perlu melakukannya? Secara umum, kompetitor dibagi menjadi 3, yaitu Direct Competitor, Indirect Competitor, dan Replacement Competitor.

Direct Competitor, Indirect Competitor, dan Replacement Competitor.


Direct Competitor 

Kompetitor yang menawarkan produk atau jasa yang sama dengan perusahaanmu.
Mereka juga bersaing untuk basis pelanggan yang sama. 
Contoh: Apple dan Android, Pepsi dan Coca-Cola, Netflix dan Disney+, McDonald's dan Burger King
Karena Direct Competitor menjual produk serupa dengan cara yang serupa, jenis persaingan ini seringkali merupakan permainan zero-sum — artinya, pelanggan yang membeli produk pesaing tidak akan membeli produk Anda. Misalnya, jika Anda membeli hamburger di McDonald's, kemungkinan besar Anda tidak akan mampir ke Burger King untuk membeli yang lain.

Indirect Competitor

Kompetitor yang menawarkan produk atau jasa yang meimiliki kategori sama dengan perusahaanmu, namun bisa jadi target pasar mereka berbeda.
Contoh: McDonald's dan Burger King, Traveloka dan KAI Access, Indomart dan Tokopedia.
Mengapa bisa begitu? McDonald's dan Burger King sama-sama menjual burger, namun mereka berdua tidak hanya berjualan burger. Begitu juga Traveloka dan KAI Access, meski KAI Access menjual tiket kereta, namun Traveloka tidak hanya menjual tiket kereta. Indomart juga menjual bahan-bahan kebutuhan sehari-hari, tetapi Tokopedia memiliki pasar yang lebih luas serta hanya melayani transaksi  secara online.

Replacement Competitor 

Sering juga disebut sebagai phantom competitor. Kompetitor yang menawarkan produk atau jasa yang berbeda, namun memiliki kemungkinan untuk dipilih pelanggan. Anda dan kompetitor Anda menawarkan solusi yang sama, namun dengan cara yang berbeda.
Contoh: Spotify dan Netflix
Spotify menawarkan layanan musik dan podcast, sementara Netflix menawarkan layanan streaming film dan series. Idenya di sini adalah bahwa pelanggan menggunakan sumber daya yang sama untuk membeli pengganti yang seharusnya mereka gunakan untuk membeli penawaran Anda. Kompetitor ini berpotensi berbahaya jika ada lebih dari satu cara untuk menyelesaikan masalah yang sama yang ingin Anda selesaikan. Selain itu, ini adalah kompetitor yang paling menantang untuk diidentifikasi. Lagi pula, kita tidak bisa membaca pikiran orang dan memahami semua pilihan yang membawa mereka kepada kita.

Perceptual Mapping

Setelah anda melakukan analisis kompetitor, anda dapat menggunakan Perceptual Mapping, sebuah diagram yang bertujuan untuk memberikan gambaran persepsi target konsumen Anda yang ditampilkan berhubungan dengan persaingan dengan kompetitor Anda dalam berbagai aspek. Berikut adalah contoh dari Perceptual Mapping Marketplace di Indonesia:

Perceptual Mapping Marketplace di Indonesia


Summary

Anda sebagai pemasar harus bisa membandingkan kelemahan kompetitor Anda dengan kekuatan Anda, dan sebaliknya. Dengan melakukan ini, Anda dapat memposisikan perusahaan Anda dengan lebih baik, dan Anda akan mulai menemukan area untuk perbaikan dalam bisnis Anda sendiri. Ada sebuah quotes yang cocok dengan bahasan ini:

“If you know your enemy and yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not your enemy, for every victory you gained will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle” 

Sun Tzu — The Art of War

Komentar